Selamat Datang Di Website Resmi Desa Warnasari

Artikel

Asal Mula Paskibraka

21 Agustus 2018 22:31:16  Administrator  1.432 Kali Dibaca  Berita Desa

Paskibraka atau Pasukan Pengibar Bendera Pusaka biasanya sekumpulan pelajar kelas 10 dan 11 yang bertugas untuk mengibarkan duplikat bendera pusaka. Tugas mereka selalunya dilaksakan pada saat memperingati hari kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu setiap tanggal 17 Agustus tiap tahunnya. Penugasan paskibraka di bagi kepada tiga tempat.

Kabupaten/kota dimana pelaksanaannya di Kantor Bupati/Walikota, Provinsi yang dilakukan di Kantor Gubernur, serta yang paling prestisius dan idaman calon paskibraka adalah di tingkat nasional. Dilaksanakan bersama presiden di Istana Negara. Seleksi penerimaan di mulai sejak bulan April untuk persiapan upacara 17 agustus.

Awal Terbentuk

Sejarah paskibraka di mulai pada tahun 1946 Presiden Soekarno memanggil ajudannya saat itu Mayor (Laut) M. Husein Mutahar. Presiden Soekarno memerintahkan untuk melakukan persiapan upacara detik-detik proklamasi yang akan diadakan di Yogyakarta pada saat itu. Tepatnya di istana Presideng Gedung Agung Yogyakarta.

Atas perintah langsung presiden. Mayor (Laut) M. Husein Mutahar bersiap mencari cara memperingati detik-detik proklamasi. Terbesit dalam benak Husein untuk sebaiknya upacara peringatan tersebut dilakukan oleh pemuda-pemudi bangsa dari seluruh penjuru Indonesia. Hal ini sebagai perwujudan bahwa merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari.

Namun,  pada saat itu suasana serta infrastruktur transportasi antar pulau masih belum berkembang. Gagasan itu urung dilakukan. M. Husein Mutahar pun hanya bisa menghadirkan lima orang yang terdiri dari tiga pemuda dan dua pemudi. Lima orang tersebut sebagai perlambangan dari pancasila. Kelima orang tersebut berasal dari berbagai daerah yang kebetulan saat itu berada di Yogyakarta. Formasi lima orang tersebut tetap dilakukan sampai upacara Detik-Detik Proklamasi di tahun 1949 di Yogyakarta. Formasi lima tersebut dinamakan Pasukan Penggerek Bendera.

Pada tahun 1950 terjadi perpindahan kembali ibukota Republik Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta. Sejak itu Mayor (Laut) M. Husein Mutahar tidak lagi mengemban amanah sebagai Pembina Pasukan Penggerek Bendera. Pengibaran Bendera Pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka diambil alih oleh Rumah Tangga Kepresidenan hingga Agustus 1966. Selama di Jakarta pun Pasukan Penggerek Bendera adalah para pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang saat itu sedang berada di Jakarta.

Pada masa kepemimpinan Presiden ke-II yakni Soeharto pada tahun 1967. Husein Muhatar dipanggil untuk menangani masalah Pengibaran Bendera Pusaka. Ketika mendapat tugasnya kembali Husein muhatar merealisasikan idenya mengenai Pasukan Penggerek Bendera pada tahun 1946. Sama dengan formasi barisan yang digunakan saat ini.

Formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Dalam periode 1946 sampai 1950 masih digunakan Formasi 5. Baru pada tahun 1967 Husein Muhatar mengembangkan formasi pengibaran menjadi 3 kelompok. Penamaan kelompok itu berdasarkan filosofi hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945 dan berjumlah sesuai filosofi itu:

  • Pasukan 17 disebut juga pasukan pengiring (pemandu)
  • Pasukan 18 disebut pasukan inti pembawa bendera
  • Pasukan 45 disebut pasukan pengawal

Pada waktu itu situasi masih belum memadai untuk memanggil perwakilan seluruh wakil dari provins-provinsi di Indonesia. Husein Muhatar hanya memanggil putera daerah yang saat itu sedang belajar di Jakarta. Rencana awal Husein Muhatar adalah melibatkan Mahasiswa AKABRI untuk menjadi pasukan 45 tapi tidak memungkan. Usulan lain menggunakan pasukan khusus ABRI kala itu namun sangat sulit mengingat tugas yang diemban oleh mereka.

Akhirnya pasukan 45 diambil alih oleh Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES sekarang PASPAMPRES) mengingat tugas mereka memang berada di lingkungan istana. Baru pada tanggal 17 Agustus 1968 Pasukan Penggerek Bendera berasal dari putra putri utusan provinsi. Namun karna masih kurangnya utusan dari provinsi lain maka PASWALPRES yang mengisi kekosongannya.

Pada tahun berikutnya yaitu 5 Agustus 1969. Presiden Soeharto membagikan duplikat bendera pusaka dan naskah proklamasi ke seluruh Gubernur di Indonesia. Agar mereka dapat melaksanakan secara baru pada 17 Agustus 1969. Barulah pada tahun itu yakni 1969 anggota Pasukan Penggerek Bendera berasal dari siswa SLTA seluruh Indonesia. Pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan sebuah nama untuk mengganti istilah Pasukan Penggerek bendera Pusaka menjadi PASKIBRAKA atau Pasuka Pengibar Bendera Pusaka.

Istilah-Istilah di Paskibraka

  1. Purna Paskibraka Indonesia : Biasa disebut PPI adalah organisasi pemuda dan pemudi yang pernah mengembang tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Tinggkat Kabupaten/kota, Provinsi dan Nasional.
  1. Paskibra : Istilah yang digunakan untuk Pasukan Pengibar yang hanya mengibarkan bendera di lingkungan sekolah. Biasanya berupa ekstrakulikuler. Mereka adalah pemuda dan pemudi yang tidak diutus oleh pihak sekolah untuk mewakili di tingkat Kabupaten/Kota untuk ikut seleksi.
  1. Paskibraka : Merupakan Pasukan yang bertugas mengibarkan bendera di tingkat kota/kabupaten, provinsi dan nasional.
  1. Purna Paskibraka : Sebutan bagi anggota Paskibraka yang telah mengikuti pelatihan Pandu Ibu-Indonesia Berpancasila dan selesai menjalankan tugas pengibaran bendera pusaka

Seleksi Pasukan Paskibraka

Seleksi Paskibraka diawali di tingkat Kota/Kabupaten pada bulan Maret dan April. Selanjutnya jika lolos akan ke tingkat provinsi untuk menjalani seleksi ke nasional pada bulan Mei. Dari provinsi akan dikirim dua pasang putra dan putri untuk ikut seleksi nasional pada bulan Juni. Ditingkat ini akan dipilih sepasang yang akan mewakili provinsi masing-masing untuk bertugas di Istana Negara

Anggota Paskibraka nasional hanya memasuki asrama pada minggu terakhir bulan Juli. Mereka akan menjalani latihan baris berbaris dan formasi selama tiga minggu di Pusat Pelatihan Paskibraka di Cibubur. Pada 14 dan 15 Agustus mereka akan melakukan gladi bersih dan gladi kotor. 16 Agustus mereka akan dilakukan pengukuhan. Esoknya 17 Agustus akan melaksanakan tugas untuk pengibaran pada pagi hari dan penurunan pada sore hari.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Informasi COVID-19 Kabupaten Bandung

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI ..... !!!

Aparatur Desa

Wilayah Desa

Statistik Penduduk

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:221
    Kemarin:392
    Total Pengunjung:191.758
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:103.17.183.2
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

15 Maret 2022 | 56 Kali
Monev Desa
27 Januari 2022 | 136 Kali
Giat Vaksin
26 Oktober 2021 | 261 Kali
Drinase
26 Oktober 2021 | 235 Kali
Rabat Beton Jalan Desa
26 Oktober 2021 | 247 Kali
PENYALURAN BANTUAN RAWAN PANGAN
26 Oktober 2021 | 250 Kali
SPAL RW 15
22 Juli 2021 | 302 Kali
Kunjungan Muspika
21 Agustus 2018 | 1.432 Kali
Asal Mula Paskibraka
07 Februari 2020 | 1.276 Kali
MUSDUS
27 Agustus 2016 | 667 Kali
Sejarah Desa
11 September 2019 | 643 Kali
Kegiatan POSYANDU Rutin
26 Desember 2018 | 642 Kali
PERCEPATAN PEMBANGUNAN
21 November 2018 | 618 Kali
e-KTP ( KTP Elektronik )
18 Desember 2017 | 589 Kali
Kerja bakti
27 Januari 2022 | 136 Kali
Giat Vaksin
28 Februari 2018 | 261 Kali
Sosialisasi PLN
02 Oktober 2019 | 304 Kali
Selamat Hari Batik Nasional
27 Juni 2019 | 262 Kali
Kegiatan Sosial POLRES Bandung
12 September 2019 | 275 Kali
Penetapan dan Pengundian nomor urut calon Kades Warnasari tahun 2019
13 November 2019 | 282 Kali
Lubang Cerdas Organik
25 Mei 2021 | 215 Kali
Pembukaan Pelatihaan Berbasis Kompetensi At'Taslim